INIBALI.COM – Suasana buka puasa bersama menjadi momen paling membahagiakan bagi ibu-ibu yang tergabung dalam Keluarga “Melati”.
Kebahagiaan itu bukan semata karena hidangan yang tersaji, melainkan karena hangatnya kebersamaan dan eratnya ikatan kekeluargaan yang terus dirawat selama bertahun-tahun.
Menjelang waktu berbuka atau ngabuburit, para anggota yang hadir tampak santai berbincang satu sama lain, menanti azan Maghrib berkumandang.
Meski dikemas dalam agenda buka puasa bersama, kegiatan ini dihadiri anggota dari berbagai latar belakang kepercayaan. Suasana yang terbangun menjadi gambaran nyata semangat Bhineka Tunggal Ika.
Kebersamaan itu terjalin dalam acara buka puasa bersama yang digelar di sekretariat pusat Keluarga “Melati”, Jalan Nuansa Kori Barat IV No.8, Ubung Kaja, Denpasar, Sabtu, 21 Februari 2026. Saat waktu berbuka tiba, seluruh anggota menikmati hidangan yang disiapkan secara gotong royong.
“Buka puasa bersama ini sekaligus untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 Keluarga ‘Melati’. Alhamdulillah sampai sekarang kami tetap menjalin tali silaturahmi dengan teman-teman,” ujar Koordinator Keluarga Melati, Lutfi Hidayati, penuh syukur.
Komunitas ini telah terbentuk sejak 7 Juli 2010 dan hingga kini tetap menjaga hubungan kekeluargaan di antara para anggotanya. Meski sebagian anggota berada di luar kota seperti Jakarta, Surabaya, dan Palembang, komunikasi dan kebersamaan tetap terjaga dengan baik.
Tradisi silaturahmi menjadi fondasi utama komunitas ini. Berbagai kegiatan rutin digelar, termasuk kunjungan sosial ke panti asuhan yang dilakukan secara sukarela. “Selama ini, kami melaksanakan kunjungan ke panti asuhan secara sukarela bersama teman-teman,” jelas Lutfi.
Saat ini, Keluarga Melati memiliki 11 anggota inti. Namun jika dihitung bersama keluarga masing-masing, jumlah yang terlibat bisa mencapai sekitar 40 orang. Selain kegiatan sosial, mereka juga sesekali mengadakan rekreasi bersama, seperti perjalanan ke Bedugul, untuk mempererat kebersamaan.
Makna kehadiran Keluarga Melati, lanjut Lutfi, adalah menyambung tali silaturahmi tanpa batas. Komunitas ini menjunjung tinggi nilai kebersamaan dalam keberagaman. Anggotanya berasal dari berbagai latar belakang agama—Hindu, Muslim, dan Kristen—namun semua menyatu dalam semangat kekeluargaan.
“Kami di Melati ini menyambung tali silaturahmi tanpa ada batas. Kami tidak melihat dari mana asalnya, agamanya apa, atau profesinya apa. Kami berharap komunitas Keluarga Melati ini tetap solid, kompak, dan selalu menjaga tali silaturahmi dalam keadaan apa pun,” ujarnya.
Ke depan, Keluarga Melati berencana kembali menggelar kegiatan sosial ke panti asuhan yang ditargetkan berlangsung sekitar Agustus mendatang, bertepatan dengan momen Maulid Nabi.
Di usia ke-16 tahun, Keluarga Melati terus membuktikan bahwa kebersamaan yang dirawat dengan tulus akan selalu menemukan jalannya untuk tetap tumbuh, kuat, dan bermakna.***
