Nyepi dan Idulfitri 2026 Berdekatan, Pemprov Bali Pastikan Perayaan Tetap Harmonis

Kamis, 12 Maret 2026, 17:45 WIB

INIBALI.COM – Pemprov Bali mengambil langkah antisipatif untuk memastikan pelaksanaan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri yang waktunya berdekatan tahun ini dapat berlangsung damai, khidmat, dan penuh penghormatan antarumat beragama.

Upaya tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi bersama majelis agama se-Bali yang digelar di Gedung Kertha Sabha, Jaya Sabha, Denpasar, Rabu 11 Maret 2026.

Rapat yang diselenggarakan Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) ini dipimpin langsung Gubernur Bali Wayan Koster.

Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan berbagai majelis agama dan unsur terkait guna memastikan dua hari besar keagamaan tersebut dapat berlangsung tertib sekaligus menjaga harmoni kerukunan yang selama ini menjadi kekuatan Bali.

Usai rapat, Gubernur Wayan Koster menegaskan bahwa seluruh pihak sepakat menjaga suasana kondusif agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan khidmat dan nyaman.

“Bagaimana agar pelaksanaan Nyepi dan Idulfitri berjalan dengan khidmat, nyaman, aman dan kondusif. Semua majelis dan umat bersepakat seperti itu,” ujar Koster.

Ia menambahkan, kesepakatan bersama tersebut juga menekankan pentingnya sikap saling menghormati antarumat beragama.

“Kesepakatannya supaya semuanya berjalan dengan baik, saling menghormati satu sama lain serta menjaga toleransi, kerukunan dan keharmonisan antarumat,” tegasnya.

Terkait kepastian tanggal Hari Raya Idulfitri, Koster mengatakan pemerintah daerah masih menunggu keputusan resmi pemerintah pusat melalui sidang isbat.

“Keputusan resminya kan nanti melalui sidang isbat. Jadi kita tunggu saja itu,” katanya.

Koster juga memastikan bahwa seruan bersama terkait pelaksanaan Nyepi dan kegiatan takbiran yang sebelumnya telah disepakati tetap berlaku dan tidak mengalami perubahan.

Dengan koordinasi lintas agama tersebut, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang sekaligus menjaga semangat toleransi yang telah lama menjadi ciri kehidupan sosial di Bali.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Bali Abdul Aziz menilai masyarakat tidak perlu memperdebatkan isu mengenai beririsan waktu antara Nyepi dan Idulfitri.

Menurutnya, kondisi seperti ini bukan hal baru bagi masyarakat Bali dan selama ini selalu dapat dijalani dengan baik dalam suasana saling menghormati antarumat beragama.

Ia mengingatkan bahwa keharmonisan yang telah terbangun di Bali perlu terus dijaga, terutama di tengah maraknya perbincangan di media sosial yang sering memperbesar persoalan.

Abdul Aziz juga mengajak umat Islam untuk bersikap bijak dalam menyesuaikan pelaksanaan ibadah dengan kondisi yang ada. Misalnya dalam pelaksanaan salat tarawih maupun takbiran yang dapat dilakukan secara sederhana dan terbatas.

Bahkan bagi masyarakat yang tinggal jauh dari masjid, ibadah juga dapat dilakukan di rumah demi menjaga ketertiban bersama.

Menurutnya, peran tokoh agama sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada umat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu yang dapat mengganggu keharmonisan.

“Selama ini kegiatan keagamaan di Bali selalu berjalan dengan koordinasi yang baik dengan lingkungan sekitar. Masyarakat Bali sudah memiliki kedewasaan dalam menjaga toleransi,” ujarnya.

Ia pun optimistis pelaksanaan Hari Raya Nyepi maupun Idulfitri tahun ini dapat berlangsung aman, damai, dan tetap menjunjung tinggi sikap saling menghormati antarumat beragama.***

Berita Terkait