Pameran MANUSIA 4.0: Diver(city), Upaya PKBI Bali Dorong Kota Sehat dan Inklusif

Minggu, 18 Januari 2026, 18:43 WIB

INIBALI.COM – PKBI Daerah Bali menggelar pameran bertajuk MANUSIA 4.0: Diver(city) di Berbagi Ruang & Kopi, Denpasar yang dibuka pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Pameran ini menjadi ruang diseminasi publik untuk merespons isu interseksionalitas HIV dan kekerasan seksual di tengah keberagaman identitas, sekaligus mendorong terwujudnya kota yang sehat, inklusif, dan bebas stigma.

Melanjutkan seri pameran MANUSIA sebelumnya, PKBI Daerah Bali menggandeng Gurat Institute sebagai kolaborator visual.

Gurat Institute merupakan kolektif seniman Bali yang berfokus pada riset, dokumentasi, serta pengembangan budaya visual melalui berbagai praktik seni kolaboratif lintas disiplin.

Kurator pameran MANUSIA 4.0, Savitri Sastrawan, menyebut edisi kali ini menghadirkan pendekatan yang berbeda dibanding pameran sebelumnya.

Kata dia pameran ini tidak lagi bertumpu pada medium konvensional seperti lukisan atau patung, melainkan mengembangkan peta digital dan gim digital sebagai medium utama penyampaian data.

“Tantangan terbesarnya adalah mengolah data yang sangat padat agar tetap menarik dan mudah diakses pengunjung,” ujar Savitri.

Karena itu, pendekatan desain komunikasi visual dengan warna-warna cerah dipilih agar isu sensitif dapat disampaikan tanpa terasa membebani.

Untuk memperluas jangkauan pesan, pameran ini juga melibatkan seniman muda seperti Yessiow dan Kadek Bagaskara yang dikenal dengan gaya visual cerah dan modern.

Savitri berharap pendekatan tersebut dapat memantik percakapan publik tentang isu kesehatan, kesetaraan gender, dan HIV dengan cara yang lebih ramah dan tidak menakutkan.

Pameran MANUSIA 4.0: Diver(city) merupakan bagian dari diseminasi publik program Indonesia Health Cities with Pride (IHCP) yang telah berjalan pada 2023–2025.

Program Manager IHCP Ni Kadek Sintya Angreni mengatakan pada fase implementasi 2025, pengembangan media dipilih sebagai puncak perjalanan program agar hasilnya dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Bentuk karya yang dipamerkan merupakan product knowledge yang kami harapkan tetap bisa digunakan, bahkan setelah program IHCP berakhir,” ujarnya.

Tema Diver(city) dipilih untuk menekankan pentingnya keberagaman, khususnya dalam isu kesetaraan gender dan HIV.

Pameran ini diharapkan menjadi titik awal untuk memperkenalkan keberagaman secara lebih luas serta mendorong akses layanan kesehatan yang bebas stigma dan diskriminasi, termasuk bagi Orang dengan HIV (ODHIV) dan penyintas kekerasan seksual.

Salah satu temuan penting IHCP pada 2024 menunjukkan keengganan remaja mengakses layanan kesehatan akibat minimnya informasi dan kurang menariknya lembaga layanan.

Sebanyak 63,4 persen remaja menyatakan membutuhkan layanan konseling, diikuti tes HIV (52,7 persen) dan tes Infeksi Menular Seksual atau IMS (44,5 persen).

Di sisi lain, stigma berbasis gender masih kuat, dengan 33,6 persen responden meyakini pemerkosaan lebih sering dilakukan oleh laki-laki karena dianggap memiliki hasrat seksual tinggi.

Data-data tersebut divisualisasikan dalam bentuk infografis Pulau Bali, serta dipadukan dengan berbagai karya lain seperti video Story of Change, modul fasilitator, buku interseksionalitas isu, dan analisis kebijakan yang diproduksi selama program IHCP berlangsung.

Selain itu, terdapat pula karya photovoice berupa 12 foto beserta narasi dari peserta program, mulai dari remaja pelajar hingga pemangku kebijakan daerah.

Untuk meningkatkan interaktivitas, pameran ini juga menghadirkan board game bertema alur rujukan penyintas kekerasan seksual di kampus.

Melalui permainan tersebut, pengunjung diajak memahami langkah penanganan yang tepat, termasuk akses layanan kesehatan bagi penyintas IMS dan ODHIV, dari lingkungan pendidikan hingga layanan lanjutan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan diskusi panel bertajuk Membuka Akses, Menguatkan Hak: Perjalanan Pemenuhan HKSR bagi ODHIV dan Penyintas Kekerasan Seksual.

Diskusi ini menghadirkan Prof. Dr. Anak Agung Istri Ari Atu Dewi, S.H., M.H. (FH Unud), Dr. Made Sugi Hartono, S.H., M.H., CPM (FHIS Undiksha), serta Ni Wayan Ika Ayu Rayni (IPPI Bali), yang membahas dinamika kebijakan, sistem rujukan, dan tantangan struktural dalam pemenuhan hak kesehatan seksual dan reproduksi (HKSR), khususnya di Bali.

Pameran MANUSIA 4.0: Diver(city) berlangsung di Berbagi Ruang & Kopi, Jalan Astasura No. 91, Peguyangan Kangin, Denpasar, dan dibuka untuk umum pada 17–19 Januari 2026 pukul 13.00–18.00 WITA. Pameran ini gratis dan juga diramaikan agenda tambahan seperti Ruang Dialektika yang digelar Minggu (18/1/2026) pukul 16.00 WITA.***

Berita Terkait