Kuliner Makau tak lepas dari pengaruh warisan kolonial Portugis. Sebagai pelabuhan dagang antara Timur dan Barat selama lebih dari 400 tahun, Macau dikenal sebagai tempat lahirnya kuliner fusion pertama di dunia — masakan Macanese.
Di Grand Lisboa Palace, tamu dapat menikmati sajian Macanese otentik atau hidangan Portugis kontemporer. Lisboa Bistrô menyajikan comfort food seperti bacalhau (ikan asin khas Portugis) hingga ayam Afrika, sementara Mesa by José Avillez, restoran oleh chef Portugis peraih dua bintang Michelin, menawarkan pengalaman fine dining dengan pendekatan modern namun tetap berakar pada tradisi.
Tak lengkap rasanya mengunjungi Makau tanpa menyusuri jajanan lokalnya. Kam Pek Market, sebuah bangunan warisan tiga lantai yang direstorasi oleh SJM, menjadi destinasi kuliner lintas budaya.
Mulai dari UMKM hingga merek heritage, pengunjung bisa menemukan kuliner Tiongkok, Portugis, Jepang, Thailand, dan Taiwan — serta street food lokal seperti bubur, mie wonton, dan dim sum buatan tangan, semuanya dalam atmosfer food court yang hidup.
Bagi orang Indonesia yang mencari pengalaman rasa, Makau adalah destinasi penuh cerita. Susuri gang-gang tua di Taipa Village, cicipi ayam Afrika, kue bacalhau, dan pencuci mulut Serradura — atau nikmati koktail modern sambil menyaksikan pemandangan laut yang memukau.
Dengan penerbangan langsung dari Jakarta, liburan kuliner ini tak hanya mudah tetapi juga tak terlupakan.
Dari pasar tradisional hingga restoran Michelin, dari kedai warisan budaya hingga konsep modern, Makau adalah perjalanan rasa yang menggugah selera sekaligus jiwa.
Bagi traveler Indonesia yang mencari cita rasa, budaya, dan koneksi — Makau layak jadi pilihan utama.***
