INIBALI.COM – Bambu Indah, salah satu resor bintang lima eco-luxury paling terkenal di Ubud, menegaskan kembali komitmennya terhadap keberlanjutan dan pelestarian lingkungan dengan menyelenggarakan pelepasan simbolis delapan Tyto alba (burung hantu) di Pura Dalem Wantilan, Desa Bongkasa.
Inisiatif ini, dipimpin oleh Bambu Indah – yang diakui oleh TIME Magazine sebagai salah satu World’s Greatest Places dan dinobatkan oleh Tripadvisor sebagai One of a Kind Hotel (No. 3 secara global)- bekerja sama dengan Owl Tower Bali Foundation.
Bambu Indah bersama Owl Tower Bali Foundation menghadirkan solusi alami dan berkelanjutan untuk mengendalikan populasi tikus di sawah setempat, mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia sekaligus mendukung keseimbangan ekologi wilayah tersebut.
Perwakilan dan mahasiswa dari Universitas Udayana hadir untuk menyaksikan dan mempelajari proses ini, menekankan nilai pendidikan dan lingkungan dari program tersebut.
Acara ini dihadiri oleh pemilik Bambu Indah, John Hardy dan Cynthia Hardy, beserta putra mereka Orin Hardy, serta Direktur Bambu Indah, Ratheesh Raj.
Pejabat lokal yang hadir antara lain Camat Abiansemal Ida Bagus Putu Mas Arimbawa, Perbekel Bongkasa I Gusti Agung Sumajaya, Bendesa Bongkasa Ida Bagus Gede Sujia Pradanta, dan Pekaseh Sengempel Bongkasa I Wayan Suambara, bersama perwakilan Subak dan Kepala Owl Tower Bali, Astungkara Way.
Burung hantu merupakan predator alami tikus yang sangat efektif dalam mengendalikan populasi tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya, melindungi sawah sekaligus menjaga kualitas tanah dan ekosistem sekitarnya.
“Racun tikus sering kali justru merusak lingkungan, bukan hanya menarget hama tetapi juga organisme lain. “Dengan menghadirkan kembali predator alami, kita bekerja bersama alam, bukan melawannya,” ujar John Hardy, Senin 6 April 2026.
Inisiatif ini awalnya mencakup sekitar 40 hektare sawah yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami kerugian panen akibat serangan tikus.
Menurut Orin Hardy, program ini bukan sekadar solusi teknis, tetapi upaya luas untuk melestarikan warisan ekologis dan budaya Bali.
“Sawah di Bali lebih dari sekadar pemandangan indah, mereka adalah ekosistem hidup dan ekspresi budaya yang dijaga melalui sistem Subak selama generasi. Sebagai bagian dari industri pariwisata, kami memiliki tanggung jawab untuk melindungi keunikan Bali,” jelasnya.
Keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi dengan komunitas lokal, organisasi lingkungan, dan generasi pemimpin berikutnya.
Mahasiswa dari Universitas Udayana menyaksikan pelepasan untuk memahami bagaimana praktik berkelanjutan dapat melindungi panen sekaligus keanekaragaman hayati.
Masyarakat diimbau untuk menjaga burung hantu dan habitatnya, meminimalkan gangguan, dan menghindari praktik yang dapat mengancam kelangsungan hidupnya.

Melalui inisiatif seperti pelepasan burung hantu ini, Bambu Indah menunjukkan bagaimana perhotelan berbintang lima yang diakui secara internasional dapat mendukung pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan perlindungan jangka panjang lanskap alam dan budaya Bali.
Bambu Indah Resort terletak di lembah Sayan, Ubud, di mana waktu terasa melambat, dan alam menjadi pusat pengalaman. Didirikan pada tahun 2005 oleh John Hardy, desainer perhiasan ternama, dan istrinya Cynthia Hardy, resor ini bermula dari sebelas rumah pengantin antik Jawa yang dikumpulkan selama perjalanan mereka.
Terletak di tebing hutan dengan pemandangan sawah, rumah-rumah ini awalnya digunakan sebagai ruang berkumpul bagi teman sebelum dibuka untuk para wisatawan dari seluruh dunia.
Seiring waktu, Bambu Indah berkembang dengan hati-hati, membentang hingga sungai dengan struktur bambu menakjubkan yang seolah tumbuh alami dari lanskap.
Setiap bangunan memiliki kisahnya sendiri dan menampilkan visi unik Hardy dalam desain, menggabungkan tradisi dan kerajinan dengan penghormatan mendalam terhadap lingkungan sekitar.
Saat ini, Bambu Indah lebih dari sekadar tempat menginap—resor ini adalah laboratorium hidup di mana setiap sudut mengundang refleksi, setiap hidangan menyehatkan tubuh dan jiwa, dan setiap pengalaman mengajak tamu menapaki visi baru tentang kehidupan regeneratif.
Sorotan Resor:
Keajaiban Alam: Terletak di tebing hutan Ubud, Bambu Indah menawarkan perpaduan pesona antik dan arsitektur bambu yang penuh perhitungan. Menghadap sawah hijau, resor dikelilingi oleh pohon asam, kayu manis, palem, dan bayan, mengalir hingga sungai dengan kolam mata air alami. Di seberang sungai terdapat sauna kayu, hot tub tembaga untuk 8 orang, dan dua kolam rendam dingin khusus yang diukir di batu dengan kristal quartz. Setiap sudut lanskap ini mengundang tamu untuk berhenti, bernapas, dan terhubung dengan alam.
Penawaran Unik:
Elevator Sunset Bar: Dibuka pukul 08.00 – 22.00, menawarkan pemandangan menakjubkan, dirancang oleh Chiara Hardy dan dikembangkan oleh Elora Hardy (Ibuku).
River Warung: Sarapan (07.30 – 10.30), termasuk makan siang dengan day pass (10.00 – 21.00), dan makan malam (17.00 – 22.00).
Rumah-Rumah Artisanal:
Bambu Indah menawarkan 24 hunian yang dirancang dengan cermat, masing-masing mengundang tamu bersantai dengan kenyamanan dan gaya artisanal unik. Setiap detail mencerminkan komitmen Hardy terhadap kehidupan yang penuh perhatian dan hubungan mendalam dengan alam.
Setiap koleksi Rumah Bambu dan Jati memiliki daya tarik tersendiri. Misalnya, New Moon House, dengan siluet mata paus yang memukau dari tembaga, kuningan, dan bambu, menjadi contoh seni arsitektur yang memikat.
Daya Tarik Global:
Tamu dari seluruh dunia tertarik pada visi artisanal dan regeneratif Bambu Indah, tempat di mana desain yang cermat dan siklus alami memandu setiap detail. Para tamu diajak menapaki impian bersama John dan Cynthia Hardy, merasakan cara hidup yang menghormati bumi dan menekankan ritme hidup yang lebih lambat dan penuh kesadaran.***
