Belum Ada Suspek Hantavirus di Bali, Warga Diimbau Tetap Waspada

Selasa, 12 Mei 2026, 19:03 WIB

INIBALI.COM – Pemprov Bali memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus maupun suspek hantavirus di wilayah Bali.

Meski demikian, kewaspadaan terus ditingkatkan menyusul munculnya laporan kasus hantavirus di sejumlah daerah di Indonesia.

Melalui Dinas Kesehatan Provinsi Bali, pengawasan kini diperkuat di berbagai pintu masuk strategis seperti bandara, pelabuhan, hingga kawasan kerja yang dinilai memiliki risiko tinggi terhadap penyebaran penyakit zoonosis tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom, menegaskan masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kebersihan lingkungan.

“Hingga saat ini belum ada kasus maupun suspek hantavirus yang terdeteksi di Bali,” ujar dr. Anom dalam pers rilis resmi di Denpasar, Selasa 12 Mei 2026.

Hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan dari hewan pengerat, terutama tikus, melalui paparan urine, air liur, maupun kotoran yang terkontaminasi.

Penularan juga dapat terjadi melalui debu yang mengandung partikel virus. Berbeda dengan COVID-19, penyakit ini tidak menular antar manusia.

Gejala awal hantavirus umumnya menyerupai flu berat, seperti demam tinggi, sakit kepala, pusing, dan nyeri otot. Dalam kondisi tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan serius yang berpotensi membahayakan jiwa.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Bali mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan agar populasi tikus dapat dikendalikan.

Warga juga diminta berhati-hati saat membersihkan gudang atau bangunan yang lama tidak digunakan dengan memakai masker dan sarung tangan, serta menghindari menyapu kotoran tikus dalam kondisi kering agar debu tidak beterbangan.***

Masyarakat yang mengalami demam tinggi dan nyeri otot setelah beraktivitas di lingkungan yang banyak tikus juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Selain memperkuat edukasi terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Dinas Kesehatan Bali turut meningkatkan koordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota serta fasilitas layanan kesehatan di seluruh Bali untuk memantau kemungkinan kasus dengan gejala flu berat dan riwayat kontak dengan tikus atau lingkungan tidak higienis.

Pengawasan terhadap pekerja migran dan kru kapal pesiar yang masuk ke Bali juga diperketat sebagai bagian dari langkah deteksi dini.

Dr. Anom menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia guna memantau perkembangan situasi hantavirus secara real-time dan memastikan langkah penanganan dapat dilakukan cepat apabila ditemukan indikasi kasus di Bali.***

Berita Terkait