INIBALI.COM – Fakultas Pertanian Sains dan Teknologi Universitas Warmadewa (FPST Unwar) diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan di Desa Melinggih, Kecamatan Payangan, Gianyar.
Kehadiran kalangan akademisi dinilai penting untuk mengedukasi masyarakat sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi sektor pertanian dan peternakan.
Harapan tersebut disampaikan Kepala Desa Melinggih, I Made Diptyana, A.Md., saat membuka kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Nasional di Payangan, Gianyar, Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara FPST Universitas Warmadewa dengan Universitas Negeri Jember (Unej).
Dalam sambutannya, Diptyana menegaskan komitmen Desa Melinggih dalam menjaga ketahanan pangan. Bahkan pada tahun anggaran sebelumnya, pemerintah desa telah mengalokasikan dana khusus untuk mendukung program ketahanan pangan yang dikelola generasi muda, terutama di sektor peternakan.
Meski demikian, pelaksanaan program tersebut masih menghadapi sejumlah kendala teknis dan risiko di lapangan sehingga pengelolaannya belum berjalan optimal.
“Kami berharap kehadiran para pakar dan akademisi ini dapat menambah wawasan masyarakat. Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah mudah-mudahan bisa langsung diterapkan kepada warga Desa Melinggih,” ujar Diptyana.
Ia menambahkan, sinergi dengan dunia akademik diharapkan mampu memperkuat posisi petani lokal di tengah arus globalisasi, sejalan dengan regulasi dan kebijakan yang tengah didorong Pemerintah Provinsi Bali.
Menanggapi harapan tersebut, Dekan FPST Unwar, Prof. Dr. Ir. Luh Suriati, M.Si., mengatakan pihaknya menerjunkan tim multidisiplin untuk membantu masyarakat desa. Tim tersebut terdiri dari berbagai bidang keahlian, mulai teknologi pangan, hasil pertanian, peternakan, hingga manajemen sumber daya perairan.
Menurut Prof. Luh Suriati, kegiatan pengabdian masyarakat ini juga menjadi sarana untuk menggali persoalan nyata di lapangan yang nantinya dapat dikembangkan menjadi agenda riset berkelanjutan.
“Harapan dari kementerian adalah penelitian yang berangkat dari persoalan riil masyarakat. Karena itu, kami ingin menggali berbagai masalah yang ada di desa ini untuk kemudian diformulasikan menjadi penelitian dan pengabdian yang benar-benar memberikan dampak langsung bagi warga,” jelasnya.
Senada dengan itu, perwakilan Universitas Negeri Jember, Prof. Dr. Ir. Herlina, MP., IPM., menekankan pentingnya kolaborasi dan kemitraan dalam menjawab tantangan sektor pertanian, termasuk persoalan menurunnya akses dan volume pemasaran hasil pertanian yang kerap dialami petani.
“Mari kita mencari solusi bersama. Lewat kemitraan seperti ini, baik melalui riset maupun pengabdian, kita dapat saling berbagi pengetahuan. Kami juga membuka peluang bagi pihak Unwar maupun Desa Melinggih untuk bertukar informasi dengan Jember demi memajukan sektor pertanian,” kata Prof. Herlina.
Melalui sinergi antara Pemerintah Desa Melinggih, FPST Unwar, dan Universitas Negeri Jember, kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan menjadi langkah nyata menuju kemandirian pangan desa berbasis inovasi dan ilmu pengetahuan.***
