“Melalui prosesi ini, kita diingatkan bahwa menjaga semesta tak cukup secara fisik, tapi juga spiritual—menyatu kembali dengan alam, sesama, dan leluhur,” ujarnya.
Ia menambahkan, pementasan ini melibatkan ratusan seniman muda dari sanggar, sekolah, sekaa teruna, dan komunitas seni di Kota Denpasar. Mereka berjalan bersama dalam iringan pawai sebagai simbol harmoni multikultural Denpasar yang rukun dan dinamis.
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa mengaku bangga terhadap penampilan duta seni Denpasar.
Menurutnya, garapan Ngerebong berhasil mengangkat salah satu Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dengan cara yang atraktif sekaligus edukatif.
“PKB adalah panggung apresiasi bagi seniman Denpasar untuk melestarikan sekaligus mengembangkan seni, tradisi, dan kearifan lokal,” ujar Jaya Negara.
Setelah pembukaan Peed Aya di Bajra Sandhi, rangkaian PKB XLVII berlanjut ke Panggung Terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Provinsi Bali.
Tahun ini, Pemkot Denpasar mengirimkan 21 Tim Duta Kesenian, melibatkan ribuan seniman dari berbagai generasi—dari anak-anak hingga seniman legendaris—yang siap mempersembahkan karya terbaik untuk semesta budaya Bali.***
