G3N Project dan Museum Puri Lukisan Ubud Pamerkan Karya Redmiller Blood

Jumat, 26 September 2025, 08:27 WIB

GM G3N Project Andry Ismaya Permadi megatakan pameran kali ini merupakan kolaborasi kelima Peter Rhian bersama G3N Project, setelah sebelumnya tampil di ajang ArtMoments Jakarta (2023 dan 2025) serta dua pameran tunggal di Bandung (2023) dan Jakarta (2025).

Dalam kurun 2020–2025, Peter Rhian telah berpameran tunggal maupun bersama sekitar 40 kali, di antaranya di Hong Kong, Tiongkok, Australia, Korea Selatan, Spanyol, Amerika Serikat, dan Singapura, serta sejumlah kota di Indonesia.

Penglingsir Puri Agung Ubud Tjokorda Gde Putra Sukawati menilai karya Peter Rhian memiliki kekuatan visual sekaligus pesan yang mendalam.

Pengguntingan pita peresmian pameran Utopia (dari kiri ke kanan): Seniman Sherry Winata, Heri Dono, Cynthia Ganesha, Tjokorda Gde Putra Sukawti, Wamen Giring Ganesha, Peter Rhian, dan Tjokorda Raka Sukawati.

“Detail, warna, dan komposisi yang ia gunakan berhasil membangkitkan rasa kagum sekaligus mengajak penonton merenung. Karyanya terasa hidup dan mampu menghadirkan emosi melalui setiap goresan,” ujarnya.

Pameran Utopia diharapkan menjadi ruang dialog antara seniman dan publik, sekaligus kontribusi bagi perkembangan seni rupa kontemporer di Bali dan Indonesia.

Sundea, dalam tulisannya di katalog pameran, menyebut karya-karya Peter Rhian menampilkan Utopia sebagai ironi.

Redmiller, tokoh mungil berambut merah yang menjadi representasi otentisitas dan kerapuhan manusia, hadir sebagai cermin kita di utopia baru.

Menurut Sundea, utopia bukan tentang menciptakan surga di dunia, melainkan mewaspadai neraka yang dapat kita buat sendiri.

Utopia yang hadir dalam pameran ini menjaga kesadaran dan mengingatkan kita untuk selalu memeriksa, memperbaiki, memaknai, dan tidak begitu saja menerima ‘yang tersedia’ sebagai ‘yang seharusnya.’***

Berita Terkait