Gubernur Koster Perkenalkan Domain bali.id: Simbol Kedaulatan Budaya Bali di Era Digital

Kamis, 11 Desember 2025, 21:54 WIB

INBALI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster resmi meluncurkan Second Level Domain bali.id (bali dot id) dalam sebuah seremoni di Gedung Ksirarnawa, Taman Werdhi Budaya – Art Centre, Denpasar, Kamis 11 Desember 2025.

Kehadiran domain baru ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat identitas digital Bali sekaligus mengukuhkan jati diri Pulau Dewata di ruang digital global.

Peluncuran tersebut dihadiri oleh perwakilan Kominfo, jajaran Universitas Udayana, pimpinan dan pengurus PANDI, akademisi, praktisi IT, pelaku industri kreatif, media, komunitas digital, penyuluh bahasa Bali, serta tamu undangan lainnya.

Gubernur Koster menegaskan bali.id bukan sekadar domain baru, melainkan representasi branding Bali yang modern, kuat, dan tetap berpijak pada akar budaya.

“Peluncuran bali.id adalah bentuk nyata kedaulatan budaya Bali di dunia digital,” ujarnya.

Gubernur Koster menyebutkan bahwa inisiatif ini sejalan dengan visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali serta mendukung enam bidang prioritas pembangunan Bali 2025–2030, khususnya sektor Ekonomi Kreatif dan Digital, termasuk program Bali Pulau Digital.

Domain bali.id diharapkan menjadi wadah baru bagi UMKM, desa adat, talenta muda, akademisi, hingga industri kreatif untuk menampilkan karya dan jati diri Bali ke panggung global dengan tetap menjaga kearifan lokal.

Ia juga menyoroti kehadiran aksara Bali dalam domain ini yang menjadi simbol penting eksistensi budaya Bali di ruang maya.

“Aksara Bali kini tidak hanya dikenal di Bali, tetapi juga dapat muncul di ruang digital global,” katanya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Koster turut mengumumkan langkah besar berikutnya: pendaftaran Geographic Top-Level Domain (gTLD) .BALI ke ICANN.

Pemerintah Provinsi Bali bersama PANDI telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) sebagai tahap awal. Jika disetujui, .BALI akan menempatkan Bali sejajar dengan kota dan wilayah besar dunia yang memiliki domain geografis seperti .tokyo, .paris, dan .nyc.

Di akhir sambutannya, Gubernur Koster mengajak seluruh masyarakat Bali memanfaatkan bali.id sebagai alat perubahan, ruang kolaborasi, serta sarana memperluas jangkauan karya dan budaya Bali di era digital.

Peluncuran bali.id menjadi momentum penting dalam transformasi digital Bali—transformasi yang berakar pada budaya, menggerakkan ekonomi, dan mempersiapkan Bali menghadapi masa depan yang kian adaptif terhadap teknologi.

Sementara itu, Rektor Universitas Udayana melalui Kepala LPPM, I Nyoman Suarsana, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap peluncuran domain ini.

Ia menegaskan bahwa aksara Bali adalah aksara pertama di Indonesia yang mendapatkan legitimasi di ruang digital nasional—sebuah pencapaian yang memperkuat posisi Bali di bidang teknologi dan kebudayaan.

“Kebijakan ini menjadi payung penting dalam upaya melestarikan Aksara Bali di era digital,” ujarnya.

Universitas Udayana, katanya, berkomitmen untuk mengawal riset dan pengembangan bali.id, memastikan pemanfaatannya optimal sekaligus memperkuat sinergi riset untuk menjawab berbagai tantangan masyarakat Bali melalui inovasi digital.

Ketua PANDI, John T. Simanjuntak, menambahkan bahwa pihaknya bangga dapat mempersembahkan peluncuran bali.id kepada masyarakat Bali. Menurutnya, domain ini bukan hanya alamat internet, tetapi jembatan antara kemajuan teknologi dan pelestarian budaya.

“Melalui bali.id, kami ingin menghadirkan ruang digital yang resmi dan berkarakter Bali, lengkap dengan aksara Bali,” ujarnya.

PANDI juga menargetkan pemanfaatan aksara Bali yang lebih masif, termasuk mendorong penggunaannya di sekolah-sekolah serta memperjuangkan standarisasi aksara Bali di Unicode agar dapat diakui dan digunakan lebih luas secara global.

Dengan peluncuran bali.id serta dukungan penuh dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan PANDI, Bali memasuki fase baru transformasi digital yang kokoh berlandaskan budaya.

Domain ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi, pelestarian, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat Bali menuju era digital yang berkarakter dan berdaya saing global.***

Berita Terkait