Perupa Nyoman Sujana Kenyem Hadirkan Manusia Pohon di Pameran Tunggal Galeri Zen1 Jakarta

Kamis, 29 Mei 2025, 21:21 WIB

INIBALI.COM – Pohon telah menjadi simbol universal kehidupan, berdiri kokoh dengan akar menghunjam tanah dan dahan menjulang ke langit, menjembatani dunia bawah dan dunia atas.

Pohon juga dipandang sebagai cermin kesadaran manusia: tumbuh dalam kesunyian, memberi tanpa meminta, dan menjadi tempat pulang bagi berbagai bentuk kehidupan.

Begitulah bagian dari tulisan pengantar pameran tunggal perupa Nyoman Sujana Kenyem bertajuk ‘I Am a Tree’ yang mengadirkan karya perupa asal Sayan, Ubud itu di Galeri Zen1, Menteng, Jakarta Pusat.

Kenyem yang dihubungi tadi malam mengatakan pameran dibuka oleh aktor sekaligus guru yoga Anjasmara Prasetya didampingi pemilik galeri Nicolaus Kuswanto pada 26 Mei 2025.

“Mas Anjasmara juga pernah membuka pameran saya 14 tahun lalu di Galeri Nasional Jakarta. Kami sama-sama mengagumi alam dan menginginkan lingkungan kita terjaga, lestari,” kata Kenyem.

Pameran yang berlangsung hingg 20 Juni 2025 ini menyajikan puluhan karya terbaru, melanjutkan penggalian dan pemujaan terhadap alam terutama keberadaan pohon yang telah menjadi diri dan ciri khas karya Kenyem.

Menurut kurator Arif Bagus Prasetyo karya-karya Kenyem menggali simbolisme pohon dengan intensitas yang baru. Pohon tidak dihadirkan sebagai sekadar objek pasif dalam lanskap, melainkan subjek aktif yang bergerak dan bertumbuh. Suatu perwujudan dari kehidupan itu sendiri.

“Pohon pada kanvas Kenyem menyatu dengan manusia. Ia entitas yang hidup, bernapas, dan berinteraksi dengan dunia sekitarnya, layaknya manusia,” tulis Arif di katalog pameran.

Kenyem tidak menampilkan pohon sebagai objek visual belaka, melainkan subjek spiritual yang hidup. Lukisannya menyarankan bahwa pohon memiliki emosi dan afeksi dengan caranya sendiri.

Kenyem menggambarkan pohon sebagai tubuh spiritual dengan kesadaran, perasaan, dan ingatan yang tersimpan dalam lapisan kulit kayu. Pohon memiliki indra: ia merasakan angin, meresapi cahaya, menangkap isyarat semesta. Ia makhluk berjiwa.

Kenyem menghadirkan pohon sebagai simbol suasana hati terdalam, perasaan yang tak terucapkan, dan keheningan yang penuh makna. Garis dalam lukisannya mengalun ritmis, meditatif, berpadu selaras dengan aspek-aspek visual lain yang terasa mengalir bebas alami.

Suasana meditatif dan penyatuan dengan alam merupakan motif yang berulang dalam lukisan-lukisan Kenyem, kadang-kadang dipertegas dengan gambaran figur manusia-pohon dalam sikap meditasi atau yoga.

Pemirsa seakan-akan diajak merasakan kehadiran Yang Transenden dalam keheningan hutan, desir angin di sela-sela dedaunan, atau kekuatan sunyi pohon yang menjulang.

Dengan figur manusia-pohon yang memerantarai dunia materiel dan dunia spiritual, lukisan Kenyem bertutur tentang spiritualitas sebagai sesuatu yang inheren dengan alam.

Pohon adalah pusat keheningan dan keterhubungan. Ia hadir sepenuhnya dalam kesatuan dengan manusia. Kehadiran total itu mencerminkan kondisi kesadaran tertinggi ketika manusia menyatu dengan alam, bukan menguasai alam.

Kiri ke kanan: Pemilik Galeri Zen1 Nicolaus Kuswanto, aktor Anjasmara Prasetya, perupa Nyoman Sujana Knyem, dan kurator Arif Bagus Prasetyo. (Dok. Kenyem Studio)

Pohon dalam lukisan Kenyem merupakan metafora yang sempurna tentang kehidupan itu sendiri. Pohon menyiratkan siklus kelahiran, pertumbuhan, kematian, dan regenerasi yang abadi.

Merawat pohon berarti menjaga kehidupan. Merusak alam berarti menghancurkan kehidupan manusia sendiri dan masa depan generasi mendatang.

Pameran ini menyerukan kesadaran ekologis bahwa manusia bukan penguasa alam, melainkan bagian dari alam. Kita bukan pemilik pohon, tetapi saudara sesama makhluk hidup. Dan kita jangan sekadar menghargai keindahan alam, tetapi juga wajib menjaga keseimbangan alam.

Lewat karya-karyanya, Kenyem tidak hanya menggambarkan pohon sebagai subjek seni, tetapi juga menghidupkan pohon sebagai entitas yang memiliki jiwa dan perasaan.

Kenyem menunjukkan bahwa ekologi bukan hanya soal pelestarian alam, tetapi juga soal emosi, hubungan, dan nilai. ***

Berita Terkait