Soundtrack disajikan dalam sistem suara surround 5.1, dikurasi oleh musisi kelas dunia untuk memperkuat kedalaman emosional perjalanan penonton.
Rasakan alunan musik mengelilingi penonton, selaras sempurna dengan visual, untuk sebuah pengalaman multi-indrawi yang mendalam.
Rafael Jimenez, Direktur Labyrinth Collective mengatakan pertuntukan ini menandai babak baru dalam misinya untuk menyatukan seni, teknologi, dan kesadaran.
“Recombination mencerminkan apa yang sedang kami lakukan – mencoba menghadirkan pemikir-pemikir terbaik, seniman, dan berbagai pengalaman ke Nuanu untuk menciptakan pengalaman yang unik bagi para tamu kami,” ujar Rafael kepada media, Rabu 2 Juli 2025 malam.
Kata dia pengalaman ini menggabungkan keindahan alam dan kekayaan budaya Bali dengan eksperimen yang berani – mulai dari arsitektur, teknologi, hingga cara kita mengalami sesuatu.
Sementara itu, CEO Nuanu Creative City Lev Kroll mengatakan menampilkan karya ini di dalam Labyrinth Dome adalah bagian dari eksperimen yang jauh lebih besar, yang membawa kita dari sekadar menjadi penonton pasif menjadi terlibat.
“Penonton terlibat secara menyeluruh, mengeksplorasi bagaimana ruang, cerita, dan teknologi dapat mengubah cara kita menikmati seni serta menciptakan perspektif baru untuk menghargai apa yang sudah ada – alam, budaya, dan sesama manusia,” ujar Lev Kroll.
Tiket untuk menonton pertunjukan spektakuler ini dapat diakses melalui situs web labyrinth.art.***
