Edutrip Australia–Indonesia Incentive Trip Jadi Cara Baru Tarik Wisman Muda

Jumat, 8 Mei 2026, 20:49 WIB

INIBALI.COM – Kementerian Parwisata (Kemenpar) mendukung program Edutrip Australia–Indonesia Incentive Trip yang menghadirkan perjalanan edukatif bagi pelajar mancanegara, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi unggulan untuk youth travel dan MICE.

Kemenpar menyebut kian mengandalkan pendekatan pengalaman (experience-based tourism) untuk menembus pasar global.

Program edutrip ini bukan sekadar perjalanan wisata biasa, tetapi menjadi sarana diplomasi budaya yang mempertemukan generasi muda lintas negara melalui pengalaman langsung yang imersif dan bermakna.

Plt. Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenpar Vinsensius Jemadu mengatakan edutrip memiliki peran strategis dalam membentuk masa depan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Melalui pengalaman edukatif yang mendalam, wisatawan muda tidak hanya berkunjung, tetapi juga belajar menghargai keaslian budaya serta membangun koneksi global yang bermakna,” ujarnya di Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Program yang diinisiasi Impact Travel Group pada April 2026 ini terbagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diikuti 33 pelajar dan pengajar dari Bellarine Secondary College pada 3–12 April 2026 dengan rute Jakarta, Bandung, Yogyakarta, hingga Bali.

Sementara itu gelombang kedua diikuti 19 peserta dari Christian College Geelong pada 10–16 April 2026 dengan rute Jakarta, Bandung, Yogyakarta, hingga Lombok.

Selama di Indonesia, para peserta diajak menjelajahi beragam destinasi sekaligus menyelami kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Aktivitas yang diikuti pun beragam, mulai dari tur kota di Jakarta, menjajal Kereta Cepat Whoosh menuju Bandung, hingga menikmati pertunjukan angklung yang interaktif.

Pengalaman semakin lengkap dengan kunjungan ke situs warisan dunia seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan di Yogyakarta. Para peserta juga terlibat langsung dalam lokakarya budaya, seperti kerajinan perak di Kotagede dan seni batik. Perjalanan ditutup dengan eksplorasi destinasi wisata di Bali dan Lombok.

Sebagai bentuk apresiasi, Kemenpar menggelar jamuan makan malam bagi setiap gelombang. Gelombang pertama disambut di Restoran Rama Shinta, kawasan Prambanan, sementara gelombang kedua diadakan di Restoran Marina Batavia, Ancol, Jakarta.

Vinsensius menambahkan, program ini juga menjadi wujud nyata strategi “Beyond Bali” yang mendorong wisatawan untuk mengeksplorasi lebih banyak destinasi unggulan di Indonesia.

“Melalui program ini, Indonesia semakin diperkuat sebagai destinasi utama untuk youth travel dan MICE, sekaligus menjadi jembatan diplomasi antarbangsa melalui sektor pariwisata,” jelasnya.

Co-Founder Impact Travel Group, Emil Ridwan, mengapresiasi dukungan Kemenpar yang dinilai konsisten dalam mengembangkan program perjalanan edukatif.

“Kolaborasi ini memungkinkan kami menghadirkan pengalaman yang tidak hanya rekreatif, tetapi juga edukatif dan bermakna bagi generasi muda Australia,” ujarnya.

Sementara itu, para peserta juga mengungkapkan kesan positif selama mengikuti program. Mereka menilai pengalaman ini tidak hanya membuka wawasan baru, tetapi juga mempererat hubungan antarnegara melalui pemahaman budaya secara langsung.***

Berita Terkait