Ketua Panitia Bali Tourism Run 2026 I Wayan Suberata menjelaskan kategori yang dibuka adalah rute 5K dengan target sebanyak 2.000 peserta.
Menurutnya, momentum penyelenggaraan pada 21 Juni dinilai sangat tepat karena bertepatan dengan masa libur sekolah, peringatan Hari Bung Karno, serta rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB).
Bahkan sehari sebelum lomba, yakni Sabtu, 20 Juni 2026, masyarakat juga dapat menikmati rangkaian Jatiluwih Festival.
“Sejak registrasi dibuka pada 13 Mei lalu, sudah lebih dari 100 pelari mendaftar. Kami optimistis jumlah peserta akan meningkat signifikan setelah konferensi pers ini,” ujarnya.
Selain mempersiapkan aspek teknis dan logistik, Bali Tourism Run 2026 juga membawa misi sosial yang selama ini menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan ASITA Bali.
Koordinator Logistik dan Perlengkapan Ketut Sediya Yasa menyampaikan seluruh kebutuhan peserta seperti jersey dan medali kini tengah dipersiapkan agar event berjalan maksimal.
Di balik itu, aksi charity juga menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan acara.
Kata Sediya Yasa ASITA tidak hanya bergerak di bidang biro perjalanan wisata, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial.
“Dalam Bali Tourism Run ini, kami akan memberikan beasiswa kepada dua anak kurang mampu, sekaligus menjalankan program bantuan bedah rumah,” ungkap Sediya Yasa.
Bagi pencinta lari maupun wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam terasering Jatiluwih sambil berolahraga dan berbagi, pendaftaran Bali Tourism Run 2026 masih dibuka secara online melalui situs Run On Indonesia.
Biaya pendaftaran dibagi dalam dua kategori yakni Early Bird: Rp250 ribu (13–21 Mei 2026) dan Regular: Rp300 ribu (mulai 22 Mei 2026)
Event ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali, Bali Tourism Board (BTB), Pemerintah Kabupaten Tabanan, serta berkolaborasi dengan 32 stakeholder pariwisata di Bali.
Ke depan, Bali Tourism Run ditargetkan menjadi agenda tahunan yang digelar bergilir di berbagai kabupaten di Pulau Dewata.***
